DISCLAIMER

Semua yang tertulis di sini merupakan fiktif belaka. Apabila terdapat kesamaan nama, tokoh, tempat, dll, terjadi atas unsur ketidaksengajaan.Karakter ini asli dibuat berdasarkan imajinasi Amunet, digunakan untuk bermain dalam dunia roleplay yang berada di social media Twitter dan Facebook.Tidak diperkenankan untuk melakukan GODMODDING serta METAGAMING secara berlebihan dalam melakukan plot dengan Elin/Mina, yang membuat saya selaku penulis merasa tidak nyaman.Bila Anda kedapatan melakukan hal tersebut, maka plot akan saya AUTO DROP tanpa pemberitahuan.warning : Terdapat tagar NSFW. Akun bersifat 21+
bahasa : English dan Indonesia.
OC type : fantasy.
Face Claim : Chanmina (Human/3D), Fem!Mahito (Anime/2D)

Ecclestine Effelin Mina

NameEcclestine Effelin Mina
NickElin, Mina
Age25 (humanly)
ㅤㅤ1753 (as fox spirits)
Height158 cm
Weight47 kg
NationalityEuropeanーAsian
RaceNine-tailed Fox

Proffesional Status

AffiliationsGuardian Spirits
ㅤㅤRoyal Family
ㅤㅤRoyal Goddess
OccupationsGuardian Spirit
ㅤㅤEmployee
ㅤㅤFreelance Model

Personal Status

StatusAlive
FamilyFather
ㅤㅤMother
ㅤㅤOlder brother (1)
ㅤㅤOlder sister (1)
Magic ElementDarkness
ㅤㅤBlood Magic
Face ClaimChanmina (human/3D)
ㅤㅤFem!Mahito (anime/2D)

Background Story


PrologSemilir angin bertiup, membawa kabur dedaunan maple yang tengah dalam masa primanya. Satu helai jatuh dan terbaring di atas dinginnya tanah bersama sesama kawan di hutan itu. Suara nafas yang tersengal, disusul gemerisik dedaunan yang diinjak serta derap langkah kaki kuda terdengar dari kejauhan. Pepohonan gelisah, begitupun sang bayu yang bertiup kian kencang.Dari jauh, sosok seorang dara dengan bayi dalam gendongan samar-samar memasuki pandangan. Dua buah pohon tertua bergoyang ke kanan dan kiri, lantas dengan sulur-sulurnya membentuk semacam pintu di antara mereka.Wanita yang melihat pemandangan itu lantas tanpa pikir panjang melewati pintu yang dibuat oleh kedua pohon tadi lalu menghilang, lenyap begitu saja.


Bagian Satu : KelahiranAngin mendesah keras. Akibatnya kelopak-kelopak sakura yang telah mekar jatuh beterbangan ke segala arah. Awan bergerak dengan cepat menutupi langit, menghalangi satu-satunya sumber pencahayaan; sinar bulan. Di salah satu bangunan dengan cahaya paling terang, suara berisik yang saling bersahut-sahutan terdengar memenuhi pendengaran."Dorong terus, Nyonya!""NNGGGGHHHH!!!!""Sedikit lagi, Nyonya! Kepalanya sudah keluar!""Sayangku, bertahanlah demi bayi kita! Sedikit lagi sayang."